Logo Bloomberg Technoz

"Namun yang namanya penerbitan SBN itu selalu kita komunikasikan kepada market berapa yang sudah diterbitkan dan sisa tahunnya bisa dihitung. Sehingga rencana penerbitan itu akan terus kita lakukan pemantauan pasar dan juga komunikasi ke pasar," pungkasnya.

Untuk diketahui, Data Bloomberg pada 09:40 WIB, Senin (2/11/2026)  menunjukkan, yield tenor 1 tahun naik 3,8 basis poin (bps) jadi 7,08%, disusul tenor 2 tahun naik 5,3 bps jadi 7,14%. Kenaikan yield terbesar melanda tenor acuan 10 tahun naik 6,7 bps jadi 7,78%, mendekati posisi tertinggi yang terjadi pada 2020. Sementara tenor 5 tahun yang umumnya paling likuid naik 4,2 bps jadi 7,63%. 

Bahkan tenor panjang juga tertekan aksi jual. Yield tenor 15 tahun naik 2 bps jadi 7,74%, sedangkan tenor 30 tahun bertambah tipis 0,1 bps jadi 7,75%. Sementara penurunan paling dalam terjadi pada tenor 3 tahun 5,5 bps jadi 7,29%, diikuti tenor 18 tahun yang turun 3,1 bps ke 7,72% dan tenor 20 tahun turun 1,7 bps jadi 7,72%. 

Di sisi lain, Kemenkeu melaporkan sepanjang Juli hingga September 2026 di mana investor non residen mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp28,79 triliun. Angka ini naik 3,28% dibandingkan posisi di akhir tahun 2025.

(lav)

No more pages