Logo Bloomberg Technoz

Gubernur BI: Ketahanan Eksternal RI Masih Perlu Terus Diperkuat

Pramesti Regita Cindy
04 November 2026 10:50

Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Press Conference Hasil Rapat KSSK, Selasa (3/11/2026) (Bloomberg Technoz/ Pramesti)
Anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam Press Conference Hasil Rapat KSSK, Selasa (3/11/2026) (Bloomberg Technoz/ Pramesti)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai ketahanan eksternal Indonesia perlu terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak rambatan dari ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan global yang masih tinggi.

"Investasi portofolio asing pada kuartal III-2026 masih mencatatkan arus keluar bersih atau net outflows sebesar US$80 juta (Rp1,45 triliun). Arus keluar tersebut terutama berasal dari instrumen saham," kata Destry dalam keterangan tertulis hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dikutip Rabu (4/11/2026).

Namun, Destry bilang kondisi aliran modal asing mulai membaik pada awal kuartal IV-2026. Hingga 23 Oktober 2026, investasi portofolio asing mencatatkan arus masuk bersih atau net inflows sebesar US$40 juta (Rp725,6 juta) terutama ditopang oleh investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).


"Dengan perkembangan tersebut maka aliran investasi portfolio asing sepanjang Januari hingga 23 Oktober 2026 tercatat net inflows sebesar US$13,23 miliar [Rp240,2 T]," lanjut Destry. 

Oleh karena itu, Destry mengatakan BI terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal dan stabilitas ekonomi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui sinergi dengan program Asta Cita pemerintah.