Destry Ungkap Risiko Kenaikan Inflasi Produsen ke Harga Konsumen
Pramesti Regita Cindy
03 November 2026 20:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai kenaikan inflasi di tingkat produsen hingga sekitar 7% belum tentu langsung diteruskan ke konsumen.
Hal ini sekaligus merespons perihal kenaikan inflasi di tingkat produsen yang secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Oktober 2026 mencapai 6,94% atau lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi konsumen yang tercatat sebesar 3,23% pada periode yang sama.
Menurut Destry, sejatinya inflasi produsen dan konsumen tidak bisa dibandingkan secara langsung karena masing-masing menggunakan kelompok komoditas dan struktur harga yang berbeda.
"Kita lihat inflasi itu kan perubahan harga, jadi tergantung komoditinya. Ini juga yang membedakan. Bisa saja di produsen, kumpulan komoditi tersebut naik 7%, tapi di konsumen itu beda. Jadi inflasi hanya naik 3,23% di Oktober ini," kata Destry dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Meski demikian, dia mengingatkan kenaikan inflasi produsen tetap perlu diwaspadai apabila berlangsung dalam jangka menengah hingga panjang, terutama jika komoditas yang mengalami kenaikan harga di tingkat produsen juga merupakan barang yang dikonsumsi masyarakat.































