Logo Bloomberg Technoz

Bahlil Effect Turut Picu Koreksi IHSG 3,78%

Redaksi
04 November 2026 06:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan sepanjang perdagangan Selasa (3/11/2026). Selain terganjal saham-saham big caps, laggard juga berasal dari sejumlah saham nikel, yang baru saja dihampiri sentimen RKAB 2027, yang diwacanakan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Kemarin, IHSG ditutup melemah 3,78% ke level posisi 4.904,28. Rentang perdagangan berada di area 5.143,58 sampai dengan level terendahnya 4.895,59.

Amblasnya saham–saham big caps jadi sebab, terutama saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).


20 Saham Laggard Terbesar (berdasarkan data Bloomberg per 3 November 2026):

  1. BBRI -26,81 poin
  2. BBCA -13,15 poin
  3. AMMN -11,96 poin
  4. BMRI -10,99 poin
  5. TLKM -9,19 poin
  6. TPIA -5,74 poin
  7. ASII -5,54 poin
  8. BRPT -5,49 poin
  9. BRMS -5,05 poin
  10. ANTM -4,36 poin
  11. MDKA -4,16 poin
  12. EMAS -4,12 poin
  13. BBNI -3,72 poin
  14. BUMI -3,71 poin
  15. INKP -2,67 poin
  16. ADRO -2,44 poin
  17. UNTR -2,37 poin
  18. AMRT -2,21 poin
  19. TINS -1,85 poin
  20. EXCL -1,78 poin

Sepuluh saham laggard teratas diisi oleh jajaran big caps. Sepuluh sisanya lebih didominasi oleh saham tambang, dan beberapa di antaranya memproduksi nikel.