Logo Bloomberg Technoz

Di sana, sekitar 700 toko terkena serangan siber yang melumpuhkan sistem pendingin dan memaksa toko-toko tersebut membuang makanan yang rusak. Jaringan Intermarché, Coopérative U, dan Carrefour termasuk di antara yang terkena dampaknya. Belum ada kelompok yang secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas peretasan tersebut.

Supermarket di Seluruh Eropa Laporkan Dugaan Peretasan Baru pada Unit Pendingin (Bloomberg)

Jika insiden terbaru ini memang merupakan serangan siber, peralatan tersebut mungkin tetap rentan jika masih menggunakan perangkat software lawas yang tidak dapat diperbarui.

Setelah serangan siber terhadap swalayan di Prancis, banyak pengecer mematikan sistem kontrol pendingin Danfoss yang rentan untuk diperbaiki atau diganti, kata para ahli keamanan siber. Namun, hampir 5.000 sistem tersebut masih terhubung ke internet dan berpotensi rentan hingga pekan lalu, sebelum insiden terbaru terjadi, kata Daniel dos Santos, wakil presiden bidang penelitian di Forescout Technologies Inc.

Beberapa peritel mungkin tidak menyadari bahwa sistem mereka terpapar. Yang lain sedang mengevaluasi penggantian untuk sistem kuno yang tidak dapat diperbarui atau mungkin telah memutuskan bahwa biaya penggantian tersebut lebih besar daripada potensi kerugian.

“Kemungkinan ada kebutuhan bisnis mengapa sistem-sistem ini tetap online dan kebutuhan tersebut kemungkinan belum berubah sejak serangan di Prancis,” kata dos Santos.

Forescout telah mengidentifikasi lebih dari 20 serangan yang terkonfirmasi terhadap sistem pendingin sejak awal tahun ini, banyak di antaranya terkait dengan banyak kelompok hacktivis pro-Rusia. Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas insiden terbaru ini, dan bukti sejauh ini menunjukkan bahwa insiden tersebut kemungkinan besar tidak didorong oleh motif finansial, kata dos Santos.

“Besar peluang ini merupakan pesan yang disampaikan kepada masyarakat – kami bisa mengacaukan pasokan makanan Anda,” kata dia.

Peritel Belanda Ahold Delhaize mengonfirmasi bahwa sebuah “insiden IT” terjadi di sejumlah toko Delhaize miliknya di Belgia pada Minggu malam, yang berdampak pada sistem pendingin. Juru bicara Carrefour Belgia mengatakan 15 dari 700 gerainya terkena dampaknya. Seorang juru bicara Spar, sebuah jaringan ritel Belanda, mengatakan sistem pendingin di sekitar lima tokonya mengalami gangguan.

Di Irlandia, juru bicara Musgrave Group mengatakan bahwa insiden siber memengaruhi sistem pendingin di 13 lokasi SuperValu miliknya. Produk-produk dingin dan beku di toko-toko yang terdampak ditarik dari peredaran sebagai tindakan pencegahan. Masalah tersebut telah diselesaikan dan semua toko beroperasi seperti biasa, kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Supermarket di Seluruh Eropa Laporkan Dugaan Peretasan Baru pada Unit Pendingin (Bloomberg)

Beberapa swalayan dari jaringan ICA dan Coop di Swedia mengalami kenaikan suhu di lemari pembeku. Di Ica Kvantum di Sjöbo, suhu lemari pembeku telah dinaikkan menjadi 50°C, diungkap toko tersebut di laman Facebook-nya, dan menambahkan bahwa mereka menduga terjadi peretasan.

“Kami menyadari bahwa sejumlah kecil toko terdampak insiden semalam, yang memengaruhi sistem pendingin dan freezer mereka,” kata juru bicara ICA Sverige melalui email pada Senin.

Ia menambahkan bahwa toko-toko tersebut sedang menerima dukungan untuk menangani situasi tersebut, tanpa mengonfirmasi adanya serangan siber. Juru bicara Coop mengatakan ada tujuh toko yang terdampak, sekaligus mengonfirmasi adanya serangan siber. Juru bicara IKEA menulis dalam email bahwa perusahaan sedang menyelidiki sifat dan cakupan insiden tersebut.

Di Finlandia, beberapa peralatan pendingin di sejumlah toko K-food “mengalami suhu yang aneh semalam,” menurut Petri Käyhkö, kepala keamanan perusahaan di Kesko Oyj, perusahaan ritel makanan terbesar kedua di Finlandia.

Kesko mulai menyelidiki penyebabnya usai menerima peringatan otomatis dan saat staf memasuki lokasi pada pagi hari, katanya dalam tanggapan melalui email atas pertanyaan yang diajukan. Insiden yang berkaitan dengan IT tidak dapat dikesampingkan.

Ini bukanlah fenomena yang meluas, tetapi hanya memengaruhi beberapa toko kelontong kecil yang peralatannya tidak termasuk dalam cakupan sistem pengamanan terpusat Kesko, katanya.

Di Estonia, jaringan toko kelontong Selver mendapatkan masalah tersebut pada satu-satunya tokonya yang masih menggunakan sistem kontrol pendingin Danfoss tipe lama. Masalah tersebut teratasi dalam hitungan menit, kata seorang juru bicara kepada stasiun penyiaran lokal ERR.

Bulan lalu, serangan siber mengakibatkan gangguan layanan selama beberapa hari dan rak-rak yang kosong di seluruh toko Ahold Delhaize di Belanda. Perusahaan tersebut hingga kini belum mengungkapkan penyebab masalah tersebut.

Di Amerika Serikat, Pentagon mengatakan pekan lalu bahwa mereka sedang menyelidiki kegagalan freezer penyimpanan makanan di beberapa fasilitas militer.

Bahkan setelah serangan tersebut terungkap ke publik pada hari Senin, hampir 1.000 sistem Danfoss yang berpotensi rentan masih tetap aktif, kata Christiaan Beek, VP intelijen di Rapid7 Inc. Angka tersebut menunjukkan betapa sulitnya mengamankan sistem fisik kritis, di mana kode yang sudah usang dan kerentanan yang sudah diketahui dapat bertahan selama bertahun-tahun, ujarnya.

“Perangkat semacam ini dapat berdampak besar pada masyarakat kita dan kehidupan sehari-hari kita. Itulah pesan utama yang disampaikan para peretas: apa pun yang Anda coba, apa pun yang Anda lakukan, masih ada cara untuk mengganggu masyarakat, kata Beek, yang kemudian mengibaratkan sistem-sistem tersebut sebagai “sampah antariksa” yang mengorbit Bumi.

“Ada banyak ‘sampah internet’ yang beredar — perangkat-perangkat lama yang sebenarnya tidak kita sadari keberadaannya. Ini adalah contoh sempurna yang seharusnya menjadi peringatan bagi kita bahwa kita perlu mengamankan perangkat-perangkat tersebut,” pungkas Beek.

(bbn)

No more pages