Logo Bloomberg Technoz

Kerugian Imbas Serangan Siber Rp111 T, Ini Strategi BI

Pramesti Regita Cindy
24 September 2026 12:20

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Gedung Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti saat konferensi pers RDG di Gedung Bank Indonesia, Rabu (23/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan berbagai risiko kejahatan siber. Bahkan, Destry mengatakan bahwa kerugian dari  serangan siber ini mencapai Rp111 Triliun.

“Pada tahun 2026 saja diperkirakan kerugian karena serangan cyber di Indonesia itu mencapai sekitar US$6,2 miliar. Kami ambil datanya ini dari asosiasi penyelenggara jasa internet dan statistik di Indonesia,” kata Destry dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia ke-6, Kamis (24/9/2026).

Menurut Destry hal ini terjadi seiring meningkatnya adopsi artificial intelligence (AI) dan juga automasi yang juga meningkatkan risiko serangan siber, penyalahgunaan data, kecurangan (fraud) penipuan (scam). 


Sehingga, menurut Destry BI akan melakukan sinergi kebijakan bersama industri terkait dan Kementerian/Lembaga terkait dengan ancaman tersebut.

Selain itu BI juga akan memperkuat sistem pembayaran yang aman serta berorientasi pada perlindungan konsumen.