Logo Bloomberg Technoz

Sysware Gandeng Bitdefender, Perkuat Keamanan Siber RI


(Dok. Ist)
(Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ancaman siber kini masuk daftar risiko operasional yang diawasi dewan direksi. PT Sysware Indonesia menghubungkan perusahaan lokal dengan teknologi keamanan yang kredibilitasnya diuji lembaga independen.

Seorang direktur keuangan diminta menjelaskan eksposur risiko siber perusahaannya di rapat dewan. Pertanyaan semacam ini jarang muncul lima tahun lalu, dan menjawabnya menuntut bukti yang bisa diverifikasi, bukan sekadar nama vendor. Di titik itulah peran PT Sysware Indonesia, distributor Bitdefender Indonesia resmi, yang menghubungkan perusahaan lokal dengan platform keamanan yang kemampuannya sudah diuji lembaga independen.

Naiknya keamanan siber ke agenda direksi punya dasar angka. IBM mencatat rata-rata biaya satu insiden pelanggaran data mencapai USD 4,44 juta secara global sepanjang 2025, sementara BSSN mencatat 5,5 miliar anomali trafik di Indonesia pada periode yang sama.

Risiko Siber Dihitung seperti Risiko Keuangan 


Bagi pengelola data pelanggan maupun infrastruktur kritis, konsekuensi sebuah insiden tidak berhenti di biaya pemulihan sistem. Operasional terganggu sepanjang masa pemulihan, reputasi rusak dengan cara yang sulit diukur, dan sanksi regulasi di bawah Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi menunggu di belakangnya.

Cara menghitungnya ikut berubah.