Inflasi Oktober 0,22%, Tertekan Harga Pangan & Tarif Pesawat
Ibnu Affan
02 November 2026 11:12

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan laju inflasi pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22% secara bulanan (month-to-month/mtm). Dengan kata lain, terjadi kenaikan Indeka Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,31 pada September 2026 menjadi 112,56 pada Oktober 2026.
Angka tersebut lebih rendah dari proyeksi para ekonom dan analis yang memperkirakan inflasi Oktober akan mencapai 0,27% secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka itu juga lebih rendah dibanding realisasi inflasi pada September 2026 yang sebesar 0,3%.
Dalam perhitungan tahunan (year-on-year/yoy), inflasi pada Oktober tercatat mencapai 3,23%. Sementara itu, inflasi secara tahun berjalan (year-to-date/ytd) tercatat 2,40%.
"Kelompok pengeluaran yang mendorong inflasi pada Oktober terutama makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 0,51% dan memberi andil inflasi 0,15%," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Senin (1/11/2026).
Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok ini adalah cabai merah dengan andil inflasi 0,13%, cabai rawit dengan andil inflasi 0,05%, serta tomat dengan andil inflasi 0,04%. Kemudian, sawi hijau, labu siam dan sawi putih dengan andil inflasi masing-masing 0,01%.



























