"Nilai impor migas tercatat US$3,27 miliar atau meningkat 23,94% secara yoy," ungkap Ateng.
Di sisi lain, ekspor migas pada Januari–September 2026 mengalami tren penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS mencatat ekspor migas pada periode tersebut menjadi US$8,96 miliar, melemah sebesar 9,11% dibandingkan dengan posisi ekspor periode tahun sebelumnya sebesar US$9,86 miliar.
"Untuk nilai ekspor migas tercatat US$8,96 miliar atau turun 9,11%," kata Ateng.
Penurunan ekspor migas disebabkan oleh melemahnya ekspor minyak mentah sebesar 72,80% menjadi US$324,9 juta dan ekspor gas alam turun 10,13% menjadi US$4,86 miliar.
Sementara itu, ekspor hasil minyak merangkak naik 15,98% menjadi US$3,77 miliar.
(ros)
No more pages




























