Hashim: RI Bisa Surplus Rp900 T Jika Dirjen Pajak Dkk Kerja Keras
Pramesti Regita Cindy
29 October 2026 18:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi mencatat surplus hingga Rp900 triliun apabila Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Ditjen Bea Cukai) mengoptimalkan pemungutan penerimaan negara dengan baik.
Adik kandung orang nomor 1 di Indonesia ini mengatakan rasio penerimaan perpajakan Indonesia saat ini masih rendah. Dia bahkan memperkirakan ekonomi Indonesia masih memiliki potensi penerimaan negara mencapai Rp1.500 triliun yang belum tergarap oleh Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai.
"Saya dengar defisit APBN sekitar Rp500 triliun lebih. Kalau aparat kita, Pajak dan Bea Cukai bekerja seperti seharusnya, kita bisa surplus tahun ini Rp900 triliun," kata Hashim dalam Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Lebih jelasnya, Hashim menerangkan penerimaan negara Indonesia yang mencakup pajak, cukai, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) saat ini baru mencapai sekitar 12% terhadap Produk Domestik bruto (PDB).
Angka itu, menurut dia, masih sangat rendah dibanding capaian sejumlah negara lain. Dia membandingkan, di bawah Kamboja misalnya, rasio penerimaannya mencapai 18%. Selain itu, India mencapai 20%, dan negara Afrika berada di kisaran 16%.


























