Logo Bloomberg Technoz

KOMODITAS TAMBANG

Penambang Ungkap Smelter Banyak Beli Bijih Nikel di Bawah HPM

Azura Yumna Ramadani Purnama
30 October 2026 09:10

Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)
Ilustrasi tambang nikel (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengungkapkan saat ini banyak pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel yang membeli bijih nikel di bawah harga patokan mineral (HPM).

Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey menyatakan penambang tetap membayar royalti berdasarkan HPM yang berlaku, padahal smelter menyerap bijih dengan harga di bawah HPM.

“Kondisi saat ini bukan masalah HPM, basis harga HPM, tetapi kondisi smelter membeli di bawah harga HPM. Kondisi itu terjadi saat ini. HPM kan berarti FOB ya, sedangkan royalti FOB ya? Namun, kontrak terjadi itu CIF, tetapi masih di bawah HPM FOB,” kata Meidy ditemui di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan ESDM, Kamis (29/10/2026).


Meidy menduga aksi pembelian bijih di bawah HPM dipengaruhi kondisi smelter nikel yang biaya produksinya berada di atas harga jual produk yang dihasilkan.

Proses penyortiran bijih di fasilitas pengolahan nikel. (Fotografer: Dimas Ardian/Bloomberg)

“Mereka [smelter] sih lagi struggling juga. Cuma masalah yang kita alami itu kan akan berpengaruh ke PPh Badan,” tutur Meidy.