KOMODITAS TAMBANG
Serapan Nikel Kian Turun, Diperparah Pemangkasan Produksi Smelter
Azura Yumna Ramadani Purnama
30 October 2026 10:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mewaspadai pemangkasan produksi yang direncanakan empat perusahaan smelter China di Indonesia bakal memperparah penurunan serapan bijih nikel penambang.
Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey menyatakan rata-rata produksi bijih nikel hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 22—25 juta metrik ton (mt) per bulan, sedangkan dua bulan terakhir mulai menurun ke sekitar 20 juta mt per bulan.
“Pasti, udah pasti [serapan bijih semakin turun] dong. Untuk bulan-dua bulan ini sih agak kelihatan ada penurunan, karena rata-rata tahun ini kan 22—25 juta [mt] per bulan. Dua bulan terakhir ini mungkin ada pengurangan, mungkin 20 jutaan [mt],” kata Meidy ditemui di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kamis (29/10/2026).
Meidy menduga banyak smelter di Indonesia memangkas produksi sebab permintaan produk olahan nikel sedan berkurang, terlebih pasar sedang dibanjiri pasokan hingga berlebih (oversupply).
Dia meyakini persoalan tersebut membuat smelter harus memangkas produksinya, guna menjaga biaya produksi dan tak memperparah kelebihan pasokan di pasar global.



























