Rupiah Terpuruk, Ekonom Ingatkan Risiko Fiskal-Pelemahan Lanjutan
Pramesti Regita Cindy
30 October 2026 13:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah kian tertekan hingga mencetak rekor terlemah sepanjang sejarah. Mata uang Garuda bahkan telah meninggalkan level psikologis Rp18.000/US$.
Bahkan melemahnya rupiah tersebut juga kian menjauh dari asumsi dasar ekonomi makro yang ditetapkan dalam Undang-Undang Anggaran Dasar Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 yakni di level Rp16.500/US$.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh level Rp18.180/US$ pada perdagangan Rabu (28/10/2026), lalu kemudian ditutup di posisi Rp18.183/US$. Menjadikannya terlemah sepanjang sejarah.
Suka tak suka rupiah ke depan tentunya akan menghadapi ancaman pelemahan lebih lanjut, terlebih di tengah kombinasi tekanan global dan persoalan ekonomi dalam negeri yang juga bisa menjadi salah satu faktornya.
Sejumlah ekonom bahkan menilai tekanan terhadap rupiah juga mencerminkan meningkatnya kebutuhan valuta asing di dalam negeri, ketidakpastian fiskal, hingga berkurangnya kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.



























