
Bloomberg Technoz, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia membawa kabut asap yang tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berbahaya bagi kesehatan. Mulai dari penyakit pernapasan hingga risiko penyakit kanker paru pada masa mendatang.
Per 20 Oktober 2026, berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dari 314 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sebanyak 70.890 diidap bayi dan balita di bawah 5 tahun atau sebanyak 22,57% dari akumulasi kasus. Sedangkan 243.234 kasus diderita anak-anak hingga dewasa dan lansia.
Bagaimana tidak, kabut asap tersebut mengandung campuran gas-gas beracun pencemar lingkungan, seperti karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO₂), yang secara bersama memperparah perubahan iklim.
Berikut tiga zat beracun yang terkandung dalam kabut asap Karhutla, seperti disitir dari Straits Times, Kamis (29/10/2026).
1. CO
































