Logo Bloomberg Technoz

Destry: Likuiditas Bank Tak Merata Alasan BI Pangkas GWM

Pramesti Regita Cindy
30 October 2026 11:40

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan alasan bank sentral memangkas giro wajib minimum (GWM) perbankan sebesar total 2 poin persentase. 

Menurutnya, kebijakan tersebut ditempuh lantaran likuiditas perbankan secara nasional belum terdistribusi secara merata, meskipun kondisi industri perbankan secara keseluruhan masih solid.

Destry mengatakan bahwa rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) perbankan secara industri masih berada di kisaran 24%. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 23% dan rasio kredit bermasalah (NPL) sekitar 2%.


Namun, kecukupan likuiditas secara industri belum mencerminkan kondisi seluruh bank. Sebab, terdapat sejumlah bank yang memiliki likuiditas berlimpah, sementara sebagian lainnya justru mengalami keterbatasan likuiditas.

"Likuid itu terfragmentasi, jadi ada beberapa bank yang punya likuid banyak, tapi ada bank lain yang likuid-nya kurang, sehingga inilah yang mendorong, kenapa akhirnya terjadi kenaikan special rate, kita nggak mau kayak gitu," kata Destry dalam Rapimnas Kadin 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026).