Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Balik Arah, Ikuti IHSG ke Zona Merah

Tim Riset Bloomberg Technoz
30 October 2026 11:19

Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung rupiah di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Selasa (29/9/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan jual di pasar saham pada Jumat (30/10/2026) menahan gerak rupiah, dan memangkas sebagian besar penguatannya dalam pembukaan pagi.

Data Bloomberg pada 10:41 WIB menunjukkan penguatan rupiah tersisa 0,02% ke Rp18.128/US$, setelah sempat menguat ke Rp18.108/US$ pagi ini. 

Tak lama berselang, rupiah berbalik arah dan melemah 0,04% ke Rp18.140/US$ pada 10:58 WIB. 


Pelemahan rupiah siang ini dipicu oleh penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bertambah dalam. Indeks melemah 108,06 poin (2,2%) ke level 4.985 pada 10:05 WIB. 

Penguatan rupiah terpangkas, imbas aksi jual di pasar saham. (Bloomberg)

Tekanan terhadap rupiah juga disebabkan oleh senjumlah sentimen pemberat, salah satunya dari rencana klasifikasi MSCI atas pasar Indonesia menjadi Standalone Market, yang masih memicu aksi jual di pasar saham dan obligasi. Ditambah, adanya proyeksi defisit fiskal diperkirakan melebar melewati 3% dari Produk Domestk Bruto (PDB).