BI: Hindari Volatilitas, Asing Pilih Instrumen Jangka Pendek
Pramesti Regita Cindy
30 October 2026 11:10

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan investor global cenderung memilih instrumen berjangka pendek, termasuk Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), untuk menghindari volatilitas pasar yang lebih besar.
Destry menjelaskan, sebelum pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia, aliran dana asing ke pasar SBN sebenarnya telah mencapai Rp37 triliun.
"Dalam situasi seperti ini, global investor mereka cenderung masuk [ke tenor] yang pendek-pendek, jadi kalau kita lihat SBN juga banyak masuk yang pendek," jelas Destry dalam Rapimnas Kadin 2026 di Hotel Borobudur, Kamis (29/10/2026).
Sebagai catatan saja, imbal hasil Surat Berharga Negara tenor 10 tahun terus mencatatkan peningkatan. Per 28 Oktober 2026 yield SBN tercatat sebesar 7,62%, dibandingkan obligasi pemerintah AS sebesar 5,01%, sehingga selisihnya mencapai 261 basis poin.
Sehingga sejalan dengan apa yang terjadi tersebut, BI kata dia turut berupaya menjaga daya tarik instrumen moneter dalam negeri melalui sejumlah kebijakan untuk mendorong aliran modal asing masuk.



























