Secara keseluruhan, Bestari menganggap Prabowo memang merangkul semua kekuatan politik untuk bisa bekerja sama dengan pemerintahan ke depan. Dia mengarsbawahi Syahganda memiliki rekam jejak sebagai juru bicara Anies Baswedan pada Pemilu 2019 -- yang notabenenya merupakan kompetitor Prabowo.
"Namun Pak Prabowo memang jiwanya jiwa besar, membuka ruang kepada semua. Kan banyak partai politik yang sekarang bergabung juga yang kemarin-kemarin juga bukan dalam satu koalisi kemenangan Prabowo-Gibran," ujar dia.
Pernyataan kontroversial Syahganda Nainggolan kembali viral usai Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Dalam pernyataan tersebut, dia menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seharusnya mundur karena menjadi beban bagi pemerintahan Prabowo Subianto.
Syahganda menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber pada sebuah siniar atau podcast bersama pakar hukum tata negara Refly Harun, tiga pekan lalu. Dia mengungkap pendapatnya soal Gibran saat ditanya soal polemik kelulusan pendidikan putera sulung Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tersebut pada tingkat SMA atau sederajatnya.
“Makanya saya bilang sebenarnya saatnya juga Wapres itu diganti. Gibran ini sudahlah. Enough is enough. Ya kan? Anda itu nggak pantas lagi sudah jelas cacat ijazah, cacat apa namanya konstitusi dan lain-lain, sudah selesai aja,” ujar Syahganda dalam siniar tersebut, dikutip Selasa (06/10/2026).
(dov/frg)




























