Permintaan Sukuk Naik, Pemerintah Kurangi Serapan
Redaksi
23 September 2026 08:13

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah meraup Rp11 triliun dari lelang sukuk Selasa (22/9/2026), turun dari lelang sebelumnya yang memenangkan penawaran sebesar Rp12 triliun.
Namun di tengah penurunan nominal yang diserap pemerintah, minat investor justru menunjukkan peningkatan. Melansir data hasil lelang Kementerian Keuangan, total penawaran (incoming bids) yang masuk mencapai Rp26,9 triliun, naik Rp756 miliar atau sekitar 2,89% daripada lelang sebelumnya, Rp26,14 triliun.
Alhasil, rasio penyerapan terhadap total penawaran itu menyusut, dari 45,9%, menjadi 40,9%. Hal ini menunjukkan sikap pemerintah yang sepertinya semakin selektif, terutama terkait tingkat imbal hasil yang bersedia diterima.
Selain itu, sikap pelaku pasar juga berubah dengan adanya peribahan komposisi permintaan. Pada lelang sukuk sebelumnya (8/9) investor lebih meminati sukuk bertenor pendek. Namun kali ini, tenor pendek justru mendapat penawaran lebih sedikit daripada tenor panjang.
Pada tenor pendek, misalnya SPNS07062027 (9 bulan), penawaran yang masuk turunmenjadi Rp4,84 triliun dari Rp6,85 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pemerintah juga turun cukup tajam dari 6,8% menjadi 6,5%.




























