Logo Bloomberg Technoz

Ambrolnya IHSG hari ini tergencet isu memburuknya sentimen eksternal, yang juga menyasar nilai tukar rupiah hingga kembali bergerak melemah menuju level Rp17.900/US$, bahkan mencatatkan pelemahan paling dalam dibanding negara peers Asia dalam dua hari ini. 

“Pasar juga akan tetap mencermati keputusan BI Rate pada RDG BI September 2026 hari Rabu (23/9/2026) besok,” jelas Panin.

Adapun Phintraco Sekuritas mewaspadai koreksi lanjutan IHSG menuju target drop lanjutan mencapai 6.186–6.200, imbas death cross terjadi pada indikator Stochastic RSI yang konsisten melebar sejalan dengan indikasi tersebut.

“Kondisi market yang sedang koreksi– potensial upside untuk mayoritas emiten juga cenderung terbatas. Saat ini strategi wait and see masih berlanjut,” analisis Phintraco, pada perdagangan Selasa (22/9/2026).

(fad)

No more pages