Begitu juga dengan yield surat utang China turun 0,3 bps ke 1,67%, dan yield surat utang Singapura turun 1 bps ke 2,39%. Sementara, surat utang Selandia Baru yang kemarin melonjak tajam kini turun 0,5 bps ke 4,93% dan Australia turun 0,1 bps ke 5,27%.
Agaknya investor melakukan repricing menjelang keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan. Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg memperkirakan MH Thamrin masih akan mempertahankan BI Rate di 5,75%.
Pergerakan di pasar surat utang ini menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah.
Siang ini, rupiah semakin tertekan ke Rp17.872/US$, terendah dalam sebulan terakhir. Padahal, sejak pertengahan Agustus volatilitas rupiah sempat mereda hingga ke posisi Rp17.513/US$ pada awal September.
(dsp/aji)




























