Logo Bloomberg Technoz

Surat Utang RI Tertekan, Kala Yield Obligasi Negara Lain Melandai

Tim Riset Bloomberg Technoz
22 September 2026 11:55

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang Indonesia kembali menghadapi tekanan jual pada perdagangan Selasa (22/9/2026), sehari sebelum pengumuman suku bunga acuan.

Melansir data Bloomberg, kenaikan yield terjadi untuk mayoritas tenor obligasi, terutama tenor pendek dan menengah. Yield surat utang tenor 1 tahun naik 3,2 basis poin (bps) menjadi 6,83%, sementara tenor 5 tahun mencatat kenaikan cukup tinggi 3,5 bps menjadi 6,98%. 

Tekanan jual juga terjadi pada tenor 3 tahun yang baik 1,7 bps menjadi 6,87%, tenor 4 tahun naik 1,8 bps menjadi 6,97%, serta tenor 8 tahun naik 2,3 bps jadi 7,11%. Begitu juga dengan tenor 9 tahun naik 1,5 bps ke 7,13%. 


Sementara tenor acuan 10 tahun tak luput dari aksi jual dan mengalami kenaikan yield 1 bps ke 7,12%. 

Gerak yield di pasar surat utang pada Selasa (22/9/2026). (Bloomberg)

Adapun yield surat utang negara-negara lainnya justru mulai melandai. Data Bloomberg memperlihatkan yield US Treasury mulai terpangkas 3,5 bps ke 4,95%.