Pada saat yang sama, pasar obligasi domestik mulai menunjukkan tekanan terutama pada tenor pendek. Yield obligasi tenor 2 tahun sempat naik 6,3 bps menjadi 6,86%, sementara yield INDON naik 1,5 bps ke 5,87%. Tekanan tersebut berkaitan dengan repricing obligasi global setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps ke 3,75%-4%.
Hal ini menjadi tantangan bagi lelang sukuk yang digelar karena investor kini punya alternatif yield yang lebih menarik, khususnya di aset dolar Amerika Serikat (AS).
Di sisi domestik, konsensus pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan BI Rate di 5,75% pada Rabu (23/9/2026). Kombinasi ini berpeluang membuat investor meminta premi yield lebih besar untuk menambah eksposur pada sukuk rupiah. Terutama, bagi tenor panjang seperti seri PBS005 dengan tenor 17 tahun.
Sebagai catatan, pada lelang sebelumnya, seri tenor pendek berkisar di rentang 6,5% hingga 6,8%. Sedangkan tenor menengah dan panjang berada di rentang 6,9%-7,15%.
Berikut daftar sukuk yang akan dilelang pada hari ini:
(dsp/aji)




























