IMF Wanti-wanti Soal Utang, Seberapa Menakutkan?
Redaksi
21 September 2026 13:15

Bloomberg Technoz, Jakarta - Alarm beban utang global kembali berdering. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan pemerintah di berbagai negara agar tidak menunda konsolidasi fiskal. Sebab, utang publik diperkirakan terus membesar, sementara biaya pinjaman global masih tinggi, akibat sikap pengetatan bank sentral global, membuat ruang fiskal jadi kian sempit.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Geogieva mengatakan, pemerintah sebenarnya telah memahami perlunya konsolidasi fiskal. Namun langkah konkret yang ditempuh belum sepenuhnya memadai.
"Kami telah memperingatkan bahwa konsolidasi fiskal harus dilakukan. Kami melihat banyak pemahaman, tetapi belum cukup banyak tindakan," ujar Georgieva dalam Qatar Economic Forum, seperti dikutip Bloomberg News.
Kekhawatiran IMF bukan tanpa sebab. Georgieva menyebut, peningkatan utang publik itu didorong oleh Amerika Serikat (AS) dan China.
Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan defisit fiskal AS tercatat 5,55% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan total utang publik milik pemerintah mencatat sebesar US$40.093 miliar.






























