Logo Bloomberg Technoz

Sabet Natuna D-Alpha, Grup Hashim Didorong Gandeng Big Oil Global

Sabrina Mulia Rhamadanty
21 September 2026 08:40

FID Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Dok. SKK Migas)
FID Pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Dok. SKK Migas)

Bloomberg Technoz, Jakarta Praktisi senior industri minyak dan gas bumi (migas) Hadi Ismoyo menilai PT Nations Petroleum—bagian dari Arsari Group—perlu segera berkolaborasi (farm-in) dengan perusahaan migas raksasa dunia dalam menggarap Blok Natuna D-Alpha.

Langkah ini dinilai krusial, baik dari sisi penguasaan teknologi maupun kemampuan finansial, untuk pengembangan blok yang memiliki potensi kandungan gas mencapai 222 triliun kaki kubik (TCF) dan digadang-gadang sebagai salah satu yang terbesar di dunia itu.

"Nations Petroleum ini kan bagian dari grup Hashim, dia bukan pemain besar dan [belum] punya pengalaman lama di industri migas Tanah Air. Kekuatan grup ini justru ada di bisnis secara umum dan koneksi politik yang kuat. Jadi kalau garap sendiri jelas tidak mungkin," ujar Hadi Ismoyo saat dihubungi, Senin (21/9/2026).

Anjungnan pengeboran lepas pantai./dok. Bloomberg

Hadi menegaskan status PT Nations Petroleum yang tergolong baru di kancah perminyakan nasional menjadi tantangan tersendiri untuk mengeksekusi proyek bernilai tinggi ini secara mandiri.

"Nation Petroleum ini pemain baru di kancah industri migas Tanah Air. Belum proven. Mengingat size investasi yang besar, Arsari Grup harus kolaborasi dengan mitra global baik dari sisi teknologi dan finance-nya," kata Hadi.