Batas ARA untuk saham dengan notasi khusus X (Papan Pemantauan Khusus dengan mekanisme Full Call Auction) adalah 10%.
Saham PACK menyedot perhatian setelah hampir tiga minggu disuspensi. Terlebih, hari ini perseroan memberikan konfirmasi mengenai rencana akuisisi yang sebelumnya turut menjadi spekulasi di tengah lonjakan harga saham.
Rumor Akuisisi PACK
Di tengah lonjakan harga saham tersebut, pasar menyoroti sejumlah spekulasi mengenai aksi korporasi PACK. Salah satunya terkait rencana ekspansi anorganik melalui akuisisi.
Selain itu, sempat muncul kabar mengenai rencana penggalangan dana jumbo atau rights issue mencapai Rp5 triliun yang dikaitkan dengan rencana injeksi aset baru ke dalam perseroan.
Spekulasi mengenai akuisisi tersebut kemudian mendapatkan respons dari manajemen PACK. Dalam Public Expose Insidentil yang digelar pada Jumat (11/9/2029), perseroan mengonfirmasi akan melakukan aksi korporasi, khususnya akuisisi, sebagai bagian dari rencana bisnis jangka panjang.
Manajemen menjelaskan PACK tengah menyiapkan ekspansi mineral selain nikel. Ekspansi tersebut akan menyasar sektor hulu (upstream) dan midstream untuk memperluas basis sumber daya perseroan serta menciptakan peluang pertumbuhan jangka panjang.
Sebelum masuk ke diversifikasi mineral, PACK akan lebih dulu akselerasi produksi bijih nikel. Langkah tersebut akan dilakukan melalui kombinasi pertumbuhan organik dan ekspansi anorganik atau akuisisi yang terarah.
PACK sebelumnya juga telah mengakuisisi saham minoritas pada dua perusahaan tambang nikel, yakni PT Konutara Sejati dan PT Karyatama Konawe Utara. Total RKAB kedua perusahaan tersebut pada tahun ini mencapai 10 juta ton. Akuisisi tersebut ditujukan untuk memperluas sumber daya dan pasokan bahan baku PACK sekaligus membuka peluang integrasi dengan kegiatan operasional di sektor midstream.
Adapun rencana bisnis PACK akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama berupa peningkatan produksi nikel sembari membidik portofolio baru melalui akuisisi. Selanjutnya, perseroan menargetkan integrasi bisnis nikel secara end to end. Dalam jangka panjang, PACK akan melakukan diversifikasi ke mineral lain.
Pergerakan saham PACK juga tidak terlepas dari masuknya pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau sering disapa Haji Isam ke struktur pemegang saham perseroan. Pada Mei, Haji Isam mengakuisisi 6,83 miliar saham PACK atau setara 21,12% kepemilikan. Transaksi dilakukan pada harga Rp137/saham dengan nilai sekitar Rp936,65 miliar.
Masuknya Haji Isam terjadi setelah PACK bertransformasi dari bisnis kemasan plastik menjadi pertambangan nikel. Sementara itu, pengendalian PACK berada di tangan Deng Weiming melalui PT Eco Energi Perkasa dengan kepemilikan 40,56%. Weiming merupakan President CNGR Advanced Materials, produsen bahan baku baterai kendaraan listrik asal China.
Keduanya juga berkongsi dalam bisnis nikel, termasuk rencana pengembangan pabrik ternary precursor berbasis nikel untuk baterai lithium.
Perubahan bisnis tersebut turut tercermin dalam kinerja PACK. Pada semester I-2026, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp190,74 miliar, berbalik dari rugi Rp14,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan PACK pada periode tersebut mencapai Rp213 miliar, dengan penjualan bijih nikel menjadi sumber utama pendapatan perseroan.
(fad/aji)





























