Logo Bloomberg Technoz

Rusal Mau Investasi di RI: Didesak ke Aluminium, Tak Cuma Alumina

Sabrina Mulia Rhamadanty
15 September 2026 09:30

Logo Rusal tertera pada batangan aluminium sebelum didistribusikan di pabrik peleburan aluminium Irkutsk./Bloomberg-Andrey Rudakov
Logo Rusal tertera pada batangan aluminium sebelum didistribusikan di pabrik peleburan aluminium Irkutsk./Bloomberg-Andrey Rudakov

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ketua Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bachtiar menilai potensi masuknya produsen aluminium raksasa asal Rusia, United Company Rusal, ke dalam industri pengolahan alumina Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif bagi agenda hilirisasi bauksit nasional.

Namun, dia menekankan pemerintah perlu memastikan Rusal tidak hanya berinvestasi pada pengolahan alumina, tetapi juga turut menanamkan modal pada produk akhir bauksit, yaitu aluminium.

“Masuknya Rusal ini merupakan prospek bagus. Namun, pemerintah harus bisa memastikan tidak hanya sampai di alumina, tetapi berkembang sampai aluminium hingga produk-produk turunannya,” ungkap Bisman saat dihubungi, Selasa (15/9/2026).


Bisman menekankan proyek hilirisasi mineral, khususnya pengolahan bauksit di Indonesia, saat ini memang telah berjalan.

Walakin, kepastian pelaksanaan hilirisasi hingga menghasilkan produk akhir berupa produk jadi tetap harus dipastikan oleh pemerintah.

Label 'Made in Russia' pada tumpukan ingot aluminium di pabrik peleburan aluminium Khakas, yang dioperasikan oleh United Co. Rusal./Bloomberg-Andrey R