Logo Bloomberg Technoz

Besok, Kapal Perang Giuseppe Garibaldi Tiba di Jakarta 

Dovana Hasiana
17 September 2026 16:50

Parlemen Italia menyetujui rencana pemerintah menghibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia. (dok Wikipedia)
Parlemen Italia menyetujui rencana pemerintah menghibahkan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia. (dok Wikipedia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut memprediksi kapal perang induk Giuseppe Garibaldi yang dihibahkan oleh Pemerintah Italia akan tiba di Jakarta pada Jumat (18/09/2026). Ini lebih cepat dibandingkan dengan target awal yaitu akhir September mendatang.

Meski demikian, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul belum mengelaborasi apakah peresmian kapal tersebut turut dilakukan pada besok. Dia hanya menjelaskan informasi peresmiannya akan diinformasikan lebih lanjut.

“Benar, rencananya besok Jumat, 18 September akan tiba di Jakarta. Untuk peresmiannya akan diinformasikan lebih lanjut,” ujar Tunggul kepada Bloomberg Technoz, Kamis (17/09/2026). 


Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Mulyadi meminta rencana pengoperasian kapal induk Giuseppe Garibaldi diikuti dengan perhitungan biaya operasional yang matang serta pemanfaatan teknologi bagi penguatan industri pertahanan nasional. 

Menurut Mulyadi, keberadaan kapal induk tersebut relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas. Namun, manfaat itu perlu diperhitungkan bersama kebutuhan anggaran untuk memastikan kapal dapat beroperasi secara optimal.
 
“Yang penting waktu itu saya ingatkan, jangan sampai beban operasional ini terlalu besar. Kita belum tahu persis, karena kapal ini direnovasi, di-upgrade, disenjatai, dan direhab, sehingga kapalnya optimal dan berangkat dari Italia ke Indonesia,” kata Mulyadi, Jumat (04/09/2026).
 
Legislator Fraksi Partai Demokrat tersebut mengingatkan skema hibah tidak serta-merta membuat Indonesia terbebas dari pengeluaran. Pemerintah tetap membutuhkan anggaran untuk retrofit dan berbagai penyesuaian agar kapal sesuai dengan kebutuhan operasi TNI Angkatan Laut.
 
Dia secara khusus menekankan pentingnya keterlibatan PT PAL Indonesia untuk mempelajari teknologi kapal induk atau membangun kapal induk sendiri dengan mempelajari teknologi yang disisipkan oleh kapal induk ini.