Sarjito mengatakan lembagannya bakal melakukan persiapan terkait dengan peluncuran Icomex itu sepanjang September-November tahun ini. Dia berharap Icomex dapat mulai beroprasi awal 2027.
Sarjito mengatakan komoditas yang dilibatkan pada perdagangan bursa akan bertahap mengikuti partisipasi pasar nantinya. Adapun, pada tahap awal timah dan feronikel akan menjadi komoditas awal yang diperdagangkan lewat Icomex.
Di sisi lain, perusahaan tambang pelat merah anggota grup MIND ID bakal menjadi peserta awal dari perdagangan komoditas mineral itu lewat Icomex.
"Saat ini timah sudah diperdagangkan di ICDX dan sudah cukup lama, tetapi partisipasinya waktu itu masih terbatas," tuturnya.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi berharap kehadiran Icomex dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam melakukan price discovery sekaligus meningkatkan posisi tawar dalam perdagangan komoditas global.
"Indonesia berpeluang untuk menjadi price maker, sehingga dapat memperkuat kedaulatan Indonesia dalam membentuk harga atau yang biasa kita sebut dengan istilah price discovery terhadap mineral dan komoditas strategis," kata Friderica dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (15/9/2026).
Menurut Friderica, BMKS juga ditujukan untuk meningkatkan transparansi transaksi komoditas.
Salah satu tujuannya adalah mencegah under-invoicing melalui pencatatan transaksi secara terbuka di bursa sehingga mempersempit peluang manipulasi dokumen maupun pencatatan nilai komoditas di bawah harga riil.
Selain itu, BMKS diharapkan menutup celah transfer pricing melalui penyediaan harga referensi domestik yang dapat menjadi acuan harga yang wajar.
"Pada akhirnya, hal ini diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi penerimaan negara sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan komoditas global," kata dia.
(naw)





























