Logo Bloomberg Technoz

Bursa Mineral Buka Risiko Komoditas Tambang RI Ditinggal Pembeli

Azura Yumna Ramadani Purnama
07 September 2026 11:00

Batu bara dimuat ke kapal kargo di lepas pantai Muara Berau, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dimas Ardian
Batu bara dimuat ke kapal kargo di lepas pantai Muara Berau, Kalimantan Timur./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi mengingatkan potensi ditinggalkannya komoditas mineral dan batu bara (minerba) Indonesia jika nantinya harga referensi yang terbentuk dalam Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) terlalu tinggi.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menyatakan potensi ditinggalkannya komoditas Indonesia gegara harga referensi BMKS yang terlalu tinggi menjadi risiko utama yang harus diantisipasi oleh pemerintah.

Dia menegaskan harga referensi yang terbentuk dari transaksi di BMKS tidak boleh sekadar menghasilkan harga yang tinggi, melainkan harus mencerminkan harga pasar yang kompetitif.


“Jika harga Icomex terlalu jauh di atas harga pasar global, buyer bisa berpikir ulang dan mereka punya pilihan untuk menunda pembelian atau beralih ke pemasok negara lain. Kalau ini yang terjadi, tujuan memperkuat posisi Indonesia justru bisa kontraproduktif,” kata Bisman ketika dihubungi, Senin (7/9/2026).

Belajar dari Kasus HBA