Rupiah Kembali Tertekan, Mata Uang Asia Berguguran
Tim Riset Bloomberg Technoz
14 September 2026 13:57

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah melanjutkan pelemahan pada sesi perdagangan siang, sejalan dengan tekanan harga minyak yang menerpa sebagian besar mata uang Asia.
Melansir data Bloomberg, Senin (14/9/2026) siang 13.30 WIB, rupiah terdepresiasi 0,25% ke Rp17.644/US$. Di kawasan, baht Thailand melemah paling dalam, disusul yen Jepang, dolar Taiwan, rupiah, dan peso Filipina. Sementara, dolar Singapura dan ringgit Malaysia melemah lebih terbatas.
Sebaliknya, yuan cukup punya tenaga untuk bersikap defensif, meski penguatannya sangat terbatas.
Kenaikan harga minyak ke atas US$100/barel kembali memicu kekhawatiran akan inflasi global dan membuat pertahanan mata uang Asia jebol. Sebagai importir energi, harga minyak yang mahal meningkatkan kebutuhan dolar untuk membiayai impor dan berpotensi menekan ruang fiskal negara-negara di kawasan ini.
Pada pembuat kebijakan di kawasan akan menghadapi tekanan untuk mampu memberi bantalan bagi rumah tangga dan dunia usaha yang pendapatannya telah tergerus oleh inflasi ini.






























