Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Masih Tekan Rupiah

Tim Riset Bloomberg Technoz
15 September 2026 09:57

Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah dibuka melemah 0,05% ke Rp17.656/US$, seiring kenaikan harga minyak yang persisten di US$106,9/barel. Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahan 0,15% ke Rp17.675/US$ pada 09:45 WIB. 

Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan harga energi, yang berpotensi memperlebar kebutuhan valuta asing untuk pembayaran impor minyak dan produk energi.  Selain harga minyak tinggi, pasar valuta juga mendapat tekanan dari yield US Treasury tenor 10 tahun yang telah menembus 5% untuk kali pertama sejak 2023. 

Sejalan dengan gerak mata uang Asia, rupiah ikut berada di bawah tekanan eksternal.

Rupiah dan mata uang Asia pada Selasa (15/9/2026). (Bloomberg)

Namun, pelemahan rupiah berpotensi terbatas. Pergantian Menteri Keuangan yang mendapat respons relatif positif dari pasar dapat menjadi sentimen penyeimbang.

Rupiah di pasar offshore berbalik arah pada 09:30 WIB, meski penguatannya terbatas 0,02% ke Rp17.706/US$.