Namun, di tengah persaingan yang semakin ketat, Beijing berusaha memastikan industri ini tidak mengalami nasib serupa dengan industri tenaga surya China.
Industri tenaga surya China memang mendominasi manufaktur global, tetapi perusahaan-perusahaan terbesarnya sempat merugi miliaran dolar setelah pembangunan pabrik yang masif dan cepat melampaui pertumbuhan permintaan.
"Persetujuan akuisisi CATL menandakan niat pemerintah untuk mendorong konsolidasi," kata Vincent Sun, analis dari Morningstar Inc. Pengambilalihan saham di unit baterai yang didukung produsen mobil oleh pemain besar "dapat mencegah ekspansi yang berlebihan dan mempercepat efisiensi," ujarnya.
Setidaknya dua kali tahun ini, Beijing telah memperingatkan produsen baterai terkemuka di negara itu untuk membatasi perluasan kapasitas dan menghindari perang harga yang pernah merugikan industri tenaga surya dan energi terbarukan lainnya di masa lalu.
China juga telah menangguhkan pembangunan proyek-proyek baru untuk memproduksi baterai tenaga dan penyimpanan energi sembari menunggu tinjauan kapasitas pada akhir tahun, demikian dilaporkan media lokal Caixin.
"Konsolidasi dan larangan pembangunan fasilitas produksi baru merupakan dua alat ampuh dalam mengatasi kelebihan pasokan," kata Leonid Mironov, manajer portofolio di Gavekal Capital Ltd.
(bbn)






























