Logo Bloomberg Technoz

RI Bisa Jadi Poros Aluminium Dunia, tetapi Sulit Kalahkan China

Azura Yumna Ramadani Purnama
12 September 2026 12:00

Sebuah komponen cor yang terbentuk di atas silinder aluminium. (Fotografer: Andrey Rudakov/Bloomberg)
Sebuah komponen cor yang terbentuk di atas silinder aluminium. (Fotografer: Andrey Rudakov/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas memandang ekspansi China di sektor aluminium Tanah Air dapat membuat Indonesia menjadi salah satu pemain kunci di dunia.

Tetap saja, Indonesia diprediksi sulit menandingi dominasi China yang memiliki kapasitas produksi aluminium primer jauh lebih besar.

Analis komoditas dan Founder Traderindo Wahyu Laksono mengutip data Shanghai Metals Market (SMM) mengungkapkan kapasitas produksi eksisting aluminium Indonesia saat ini berada di sekitar 870.000 ton, berpotensi melonjak ke level 2,5 juta—3,5 juta ton seiring dengan masifnya pembangunan smelter aluminium baru oleh investor China.


Sementara itu, kapasitas produksi alumina, diprediksi melesat dari sekitar 9 juta ton menjadi sekitar 32,5 juta ton pada 2030.

Untuk itu, Wahyu menilai Indonesia berpotensi menjadi salah satu pemain kunci di sektor aluminium primer, seiring dengan terealisasinya pembangunan smelter baru yang disuntik modalnya oleh investor China.

Peta ekspansi smelter aluminium di Indonesia. (Bloomberg)