NAC saat ini telah mengoperasikan pusat data berkapasitas 6 MW dan tengah menambah kapasitas 36 MW di Jababeka, Jawa Barat. Sementara itu, NGC tengah membangun AI pusat data berkapasitas 60 MW di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah.
Selain pengembangan AI pusat data, dana hasil rights issue akan digunakan untuk pengambilalihan piutang NDC dari NAC dan NGC. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur modal usaha untuk mendukung implementasi strategi baru perseroan.
Adapun pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue akan mengalami dilusi maksimum 13,04%. Periode pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 5 November hingga 18 November 2026.
(mef/wep)
No more pages































