Tak Ada Gencatan Senjata, AS-Iran Siap Hadapi Perang Panjang
News
11 September 2026 13:50

Patrick Sykes dan Jonathan Tirone - Bloomberg News
Bloomberg, Iran dan Amerika Serikat (AS) bersiap menghadapi perang berkepanjangan. Belum ada tanda-tanda gencatan senjata dalam waktu dekat atau kembalinya arus energi Timur Tengah ke kondisi normal, meski intensitas permusuhan tetap rendah.
Para pemimpin Iran bertekad untuk terus berperang meski biaya ekonomi terus meningkat karena mereka memandang konflik tersebut sebagai ancaman eksistensial, menurut laporan Bloomberg yang mengutip seorang pejabat senior Iran. Pejabat tersebut mengatakan Iran telah mampu membangun kembali kemampuan rudalnya dan akan meningkatkan serangan terhadap aset AS dan negara-negara Teluk jika Washington memperkuat serangannya.
Para penasihat utama Gedung Putih, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, telah mengatakan kepada Donald Trump bahwa perang tersebut dapat berlangsung hingga sisa masa jabatannya yang berakhir pada Januari 2029, menurut laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS.
Konflik telah memasuki kondisi kebuntuan, dengan sejumlah persoalan utama, termasuk penguasaan Selat Hormuz dan program nuklir Iran, yang masih belum terselesaikan. Trump berulang kali mengatakan tujuan perang adalah mencegah Teheran membangun senjata atom. Namun, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) belum dapat memverifikasi kondisi maupun lokasi persediaan uranium Iran yang memiliki tingkat pengayaan mendekati level yang dibutuhkan untuk senjata nuklir sejak Juni 2025, ketika Israel dan AS menyerang fasilitas nuklir Iran yang tersebar luas.

































