Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Minta DTSEN Dihentikan Sementara, Pastikan Akurasi

Pramesti Regita Cindy
11 September 2026 21:00

Warga melakukan pengecekan desil di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melakukan pengecekan desil di Jakarta, Rabu (19/8/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Akademisi sekaligus ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar meminta penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dihentikan sementara untuk mengkaji ulang dan memastikan akurasi data sebelum kembali digunakan sebagai basis penyaluran bantuan sosial (bansos).

Menurutnya, pemerintah tak perlu terburu-buru menggunakan DTSEN yang bermasalah karena kesalahan statistik dapat berujung pada ketidakadilan sosial terutama bagi masyarakat miskin yang berpotensi kehilangan bansos.

Masyarakat kata dia juga tak menuntut kesempurnaan bahkan penjelasan teknis terkait kesalahan data DTSEN yang terjadi belakangan ini. Hanya saja menurutnya masyarakat tentu menginginkan agar data yang ada sesuai dengan realitas mereka hadapi.


"Menurut hemat saya, hentikan dulu aja. Duduk lagi, seminggu, dua minggu, pastikan lagi semua datanya benar. Kemudian come up dengan solusi yang powerful. Saya memilih jalan itu menurut saya jauh lebih baik," kata Media dalam Diskusi Metodologi Penetuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan di Indonesia, di Gedung Politeknik BPS, Jakarta, Jumat (11/9/2026). 

Dia juga meminta untuk pemerintah lebih terbuka kepada masyarakat dan mengakui apabila memang terjadi kesalahan dalam pengelolaan DTSEN ini.