Pilihan China Membangun Infrastruktur Pusat Data dari Pinggiran
News
08 September 2026 15:05

Bloomberg, Terletak di tengah hamparan padang rumput yang bergelombang, Ulanqab bukanlah tempat yang biasa dianggap sebagai lokasi pusat teknologi. Namun, kota sederhana dengan populasi kurang dari 2 juta jiwa di Mongolia Dalam ini justru berada di garis depan upaya China untuk memindahkan daya komputasi dari kota-kota besar di wilayah timur yang padat ke wilayah barat, di mana ruang dan energi hijau yang murah tersedia melimpah.
Pada Jumat siang di persimpangan yang ramai di tepi timur kota, para pekerja bergerombol keluar dari lokasi pembangunan pusat data — sebuah pengingat akan skala usaha di sini, sekitar 350 km di barat laut Beijing. Masih mengenakan helm dan rompi berwarna mencolok, dengan celana dan sepatu bot, mereka berkumpul di sekitar sekelompok truk yang menjual makanan murah, bir, dan rokok.
“Setiap hari, ada ratusan pekerja,” kata seorang peremuan bermarga Yin, yang hanya menggunakan satu nama dan keluarganya mengelola sebuah toko yang menyajikan piring berisi ayam, telur, dan kulit tahu kepada para pekerja di persimpangan yang ramai itu seharga 10 yuan atau setara US$1,5 (sekitar Rp26.000). “Tidak pernah berhenti.”
Pergeseran teknologi yang telah berlangsung sejak 2022 di Beijing — sebuah inisiatif yang secara resmi dikenal dalam bahasa Mandarin “dongshu xisuan”, atau secara kasar berarti “Data di Timur, Komputasi di Barat” — telah mulai memengaruhi distribusi proyek-proyek.
Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan oleh BloombergNEF hari Selasa, lebih dari setengah proyek pusat data yang sedang direncanakan di negara ini kini tersebar di wilayah utara dan barat laut, termasuk Mongolia Dalam, wilayah yang mencakup Ulanqab.

































