Logo Bloomberg Technoz

Kenaikan Harga Saham & Valuasi Apple Justru Bebani John Ternus

News
11 September 2026 18:10

CEO John Ternus memaerkan iPhone Duo, HP lipat terbaru Apple ke salah satu pengunjung di Apple Park. dok: Bloomberg
CEO John Ternus memaerkan iPhone Duo, HP lipat terbaru Apple ke salah satu pengunjung di Apple Park. dok: Bloomberg

Jeran Wittenstein-Bloomberg News

Bloomberg, Lonjakan valuasi Apple Inc. sebesar US$570 miliar (setara Rp10.038 triliun) pada musim panas ini membebani CEO baru, John Ternus, dengan ekspektasi tinggi menjelang acara paling dinanti perusahaan dalam beberapa tahun terakhir: rilisnya iPhone lipat.

Harga saham telah melonjak 14% sejak 25 Juni, ketika perusahaan mengumumkan kenaikan harga pada banyak produknya, yang menyebabkan saham mengalami penurunan terburuk dalam lebih dari setahun.


Sejak saat itu, sebagian besar kenaikan tersebut didorong oleh antusiasme terhadap jajaran perangkat baru, terutama ponsel lipat. Namun, harga saham masih turun sekitar 8% dari rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 28 Juli, dan anjlok hingga 1,3% dalam perdagangan Rabu.

Lonjakan Saham Apple Berikan Tekanan pada CEO Baru untuk Mewujudkan iPhone Lipat (Bloomberg)

Apple masih dianggap tertinggal dalam hal kecerdasan buatan (AI), sebuah masalah fundamental jangka panjang bagi para investor. Namun dalam waktu dekat, nasib saham ini akan bergantung pada respons pasar terhadap iPhone baru, kemampuan perusahaan dalam mengatasi lonjakan biaya memori, serta kinerja John Ternus, yang menggantikan mantan CEO Tim Cook pada 1 September.