Logo Bloomberg Technoz

Pencari Informasi Kini Dikendalikan Algoritma Platform Digital

Dinda Decembria
11 September 2026 17:20

Ilustrasi kejahatan di ruang digital seperti scam, kekerasan dan pemerasan seksual atau sextortion. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi kejahatan di ruang digital seperti scam, kekerasan dan pemerasan seksual atau sextortion. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Masyarakat mencari dan mendapatkan informasi kini semakin banyak dipengaruhi oleh algoritma platform digital. Informasi yang muncul di layar tidak lagi hanya ditentukan oleh media, tetapi juga oleh sistem yang mempelajari kebiasaan dan minat penggunanya.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengatakan perubahan ini perlu menjadi perhatian. Menurutnya, perkembangan platform media sosial membuat kendali atas audiens perlahan bergeser dari media ke platform digital.

“Saat ini media kehilangan audiens, yang mengontrol audiens adalah platform. Platform media sosial berkembang jauh lebih cepat, lebih dalam, lebih agresif, sehingga menggeser pola hubungan antara media konvensional dan media tradisional dengan audiens,” ujar Nezar di Jakarta, dikutip Jumat (11/9/2026).


Nezar menjelaskan pergeseran kendali tersebut diperkuat algoritma yang mempelajari perilaku pengguna. Interaksi pengguna menjadi data yang digunakan platform untuk menentukan konten yang kembali ditampilkan.

“Jadi semua yang kita berikan tanda likes itu kemudian dicatat dalam machine learning yang dipakai oleh media sosial. Jadi apa yang kita suka akan selalu datang kepada kita, itulah yang disebut dengan echo chamber,” jelasnya.