Logo Bloomberg Technoz

IDAI Soroti Keamanan Susu Pasteurisasi untuk Program MBG

Dinda Decembria
11 September 2026 19:00

MBG Distop Sementara Saat Awal Puasa dan Lebaran 2026. (Diolah dari Berbagai Sumber)
MBG Distop Sementara Saat Awal Puasa dan Lebaran 2026. (Diolah dari Berbagai Sumber)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti aspek keamanan dalam penggunaan susu hewani untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya susu pasteurisasi. IDAI menilai penggunaan susu pasteurisasi membutuhkan sistem penyimpanan dan distribusi dengan rantai dingin yang harus benar-benar terjamin.

Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nutrisi dan Penyakit Metabolik IDAI, Dr. dr. Damayanti Rusli, Sp.A, Subsp. NPM(K), mengatakan keamanan susu dari peternak lokal perlu dipastikan sebelum digunakan untuk penerima manfaat MBG. “Sekarang pertanyaannya, tahu dari mana keamanannya?” kata Damayanti saat konferensi pers IDAI, Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, susu pasteurisasi membutuhkan penanganan khusus karena harus disimpan dalam sistem cooling atau rantai dingin. Selain itu, masa penyimpanan susu juga perlu diperhatikan agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga hingga dikonsumsi anak.


“Kalau kita menggunakan susu pasteurisasi, itu berarti kita harus menyediakan sistem cooling. Cooling itu apa? Ada lemari es, disimpan berapa lama? Itu cuma berapa hari dia tahan dan harus segera diminum oleh anaknya,” terang dia.

Damayanti memaparkan bahwa penggunaan teknologi pengolahan yang tepat dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih jenis susu. Dia mencontohkan susu UHT yang memiliki masa simpan lebih panjang karena melalui proses sterilisasi.