Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Tutup Perdagangan Hari Ini di Rp17.539/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 September 2026 15:31

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah ditutup melemah 0,15% ke Rp17.539/US$, usai gagal bersikap defensif pada perdagangan Kamis (10/9/2026). 

Harga minyak mentah Brent kembali naik 0,11% ke US$101,32/barel. Menimbulkan kekhawatiran akan inflasi global dan era suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. 

Pergerakan rupiah dalam tiga hari terakhir, per tanggal 10 September 2026. (Bloomberg)

Sementara sebagian mata uang Asia berhasil menguat meski lebih terbatas daripada kemarin. Ringgit Malaysia terapresiasi 0,15%, disusul yen Jepang 0,08%, yuan China, baht Thailand, dan yuan offshore serta dolar Singapura dan Hong Kong. 


Sedangkan, rupee India melemah paling tajam, disusul dolar Taiwan, rupiah, won Korea Selatan, dan peso Filipina. 

Rupiah dan mata uang Asia. (Bloomberg)

Pergerakan di pasar valuta Asia yang melemah juga didorong oleh aksi jual yang terjadi di pasar obligasi kawasan. Data Bloomberg mencatat, pergerakan yield surat utang Indonesia terkerek naik pada hampir semua tenor.