Logo Bloomberg Technoz

Apindo: Produksi Batu Bara Bagus, Loading Macet di Kapuas—Mahakam

Sabrina Mulia Rhamadanty
10 September 2026 15:30

Sungai Kapuas, yang berkelok melintasi Pulau Kalimantan sepanjang lebih dari 700 mil, terlihat dari udara di Kalimantan Barat, Indonesia./Bloomberg
Sungai Kapuas, yang berkelok melintasi Pulau Kalimantan sepanjang lebih dari 700 mil, terlihat dari udara di Kalimantan Barat, Indonesia./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan penyusutan debit air di sepanjang aliran Sungai Kapuas dan Sungai Mahakam memicu hambatan signifikan pada proses distribusi batu bara, meskipun produksi saat ini berada dalam kondisi optimal.

Ketua Komite Pertambangan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Apindo Hendra Sinadia menjelaskan penurunan debit air kedua sungai besar di Kalimantan itu mengganggu proses pemuatan (loading) batu bara hingga aktivitas alih muat kapal (transhipment) di sejumlah kawasan pelabuhan dan alur pelayaran.

“Memang sejauh ini beberapa sungai dilaporkan mulai surut. Sungai Kapuas dan Sungai Mahakam terdampak oleh kekeringan ini,” ungkap Hendra saat dihubungi, Kamis (10/9/2026).


Sayangnya, Hendra menyebut asosiasi belum memegang data dampak riil kekeringan terhadap total pengiriman pasokan, baik untuk kebutuhan ekspor maupun pemenuhan pasar domestik.

“Kami belum memiliki data dampak riilnya terhadap pengiriman, baik ekspor maupun domestik,” katanya.

Sebuah tongkang yang mengangkut batu bara di Sungai Mahakam di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia./Bloomberg-Dimas Ardian