Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Ritel Mulai Pilih, Tapi Masih Tertahan

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 September 2026 13:05

Suasana penjualan perangkat HP smartphone di pusat elektronik ITC Kuningan. Dok: Merinda Faradianti/Bloomberg Technoz
Suasana penjualan perangkat HP smartphone di pusat elektronik ITC Kuningan. Dok: Merinda Faradianti/Bloomberg Technoz

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penjualan eceran Indonesia dilaporkan mulai keluar dari zona merah. Hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Juli tumbuh 1,1% secara tahunan menjadi 224,9, berbalik dari kontraksi 3% pada Juni. 

Kinerja penjualan eceran secara tahunan ditopang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (2,4%), Kelompok Barang Lainnya (5,3%), dan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori (5,1%). 

Akan tetapi, pemulihan secara tahunan itu belum dibarengi dengan capaian bulanan yang justru masih terkontraksi 0,1%, turun dari bulan kinerja Juni yang tumbuh 0,7%. BI menjelaskan pelemahan itu lantaran ada normalisasi permintaan setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.  


Lebih lanjut, data kuartalan menunjukkan bahwa penjualan eceran belum akan memasuki fase ekspansi meski telah berhasil keluar dari fase kontraksi. Pada kuartal II-2026, pertumbuhan IPR nasional mengalami kontraksi 3,5%. Untuk kuartal III, BI memperkirakan pertumbuhan IPR di 0,8%. 

Perkirakan BI itu mengindikasikan bahwa ekonomi domestik belum memasuki fase ledakan konsumsi. Polanya lebih mencerminkan kondisi ekonomi yang kehilangan momentun, dan kni mulai masuk ke tahap stabilisasi.