Rupiah Ditutup Menguat, Terbaik di Asia
Tim Riset Bloomberg Technoz
09 September 2026 15:45

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah terapresiasi 0,66% ke Rp17.513/US$ kala menutup perdagangan spot Rabu (9/9/2026), dan memimpin penguatan di pasar valuta Asia.
Menyusul rupiah, won Korea Selatan menguat 0,58%, yen Jepang 0,53%, baht Thailand 0.26%, lalu peso Filipina, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan yuan China. Sebaliknya, hanya rupee India dan ringgit Malaysia yang tercatat melemah hari ini.
Harga minyak Brent yang sempat menyentuh US$100/barel, lalu kemudian kembali susut ke US$99,92/barel pada 15:05 WIB, tak membatasi laju penguatan mata uang Benua Kuning sore ini. Sebab, indeks dolar Amerika Serikat (AS) justru terpangkas ke 98,68, diterpa ekspektasi inflasi inti AS yang relatif terjaga dan membuat The Fed diperkirakan kembali mengambil langkah dovish dengan mempertahankan suku bunga acuan di 3,5-3,75%.
Selain itu, sentimen terangkatnya keyakinan konsumen Indonesia secara agregat pada Agustus menjadi 118,5, turut pasar keuangan domestik. Sentimen itu juga merembet pada pasar surat utang yang mengalami penurunan yield di hampir semua tenor.
Melansir data Bloomberg, yield tenor 4 dan 5 tahun turun paling tajam, masing-masing 2,3 basis poin (bps) ke 6,91% dan 3,9 bps ke 6,89%. Sementara, tenor acuan 10 tahun turun tipis 0,9 bps ke 7,1% dan tenor 11 tahun turun 1,5 bps ke 7,08%.































