Logo Bloomberg Technoz

Pasar Surat Utang Kembali Tertekan, Reli Dihadang Harga Minyak

Tim Riset Bloomberg Technoz
10 September 2026 15:30

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar surat utang Indonesia kembali terkonsolidasi hari ini, Kamis (10/9/2026), setelah aksi beli yang kuat kemarin. Melansir data Bloomberg, pergerakan yield surat utang terkerek naik pada hampir semua tenor.

Yield tenor 2 tahun naik paling tajam 5,1 basis poin (bps) ke 6,82%, disusul tenor 5 tahun naik 2,8 bps ke 6,94%, lalu tenor 8 tahun naik 1,9 bps ke 7,08%. Begitu juga dengan tenor acuan 10 tahun, yield naik 1,1 bps ke 7,11%. 

Aksi jual ini mendorong pelemahan rupiah di pasar spot sebesar 0,15% ke Rp17.539/US$. Sementara di pasar offshore, rupiah terpangkas 0,35% ke Rp17.582/US$.  

Pergerakan yield di pasar surat utang RI. (Bloomberg)

Tak cuma di Indonesia, tekanan jual juga terjadi secara luas pada surat utang tenor 10 tahun di kawasan Asia Pasifik. Data Bloomberg menunjukkan dari 15 negara, ada 13 yang mencatat kenaikan yield

Tekanan paling besar terjadi pada surat utang Selandia baru dengan kenaikan 7,7 bps ke 4,85%, disusul Korea Selatan naik 5,5 bps ke 4,44%.