Rupiah Diprediksi Stabil Saat Dolar AS Landai & Arus Modal Deras
Tim Riset Bloomberg Technoz
09 September 2026 08:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah diperkirakan masih memiliki tenaga untuk mempertahankan stabilitasnya di perdagangan pasar spot di hari ini, Rabu (9/9/2026). Rupiah di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) tidak berubah banyak dan berada di kisaran Rp17.635-17.639/US$.
Meski begitu, harga minyak yang masih bertahan tinggi di US$99,53/barel membayangi rupiah dan berpotensi menahan laju penguatannya. Akan tetapi, melandainya indeks dolar Amerika Serikat (AS) di 98,79 membawa angin segar bagi mata uang Asia, termasuk rupiah.
Di pasar valuta Asia yang sudah buka, yen Jepang menguat paling tajam 0,33%, disusul won Korea Selatan 0,16%. Sementara, dolar Singapura, ringgit Malaysia, dan yuan offshore menguat lebih terbatas.
Penguatan yen ditopang oleh adanya ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan pekan depan (17-18 September). Ekspektasi itu berpotensi memperkuat posisi yen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menantang para trader untuk bertaruh melawan yen. Bessent mengatakan dirinya memiliki informasi yang lebih baik mengenai langkah BoJ dan pemerintah Jepang terkait kebijakan yen. Pernyataan Bessent itu memperkuat spekulasi adanya intervensi atau koordinasi kebijakan untuk menopang yen.































