Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.660/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
03 September 2026 16:14

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan penguatan 0,57% ke Rp17.660/US$, menyusul terpangkasnya harga minyak Brent 0,19% ke US$95,45/barel. 

Meredanya kekhawatiran investor global usai pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) bahwa serangan AS dan Iran 'tak berlangsung lama', membawa mata uang Asia bergerak menguat.

Yen Jepang menguat paling tajam 1,3%, disusul baht Thailand, rupiah, rupee India, dolar Singapura, dan won Korea Selatan hingga peso Filipina. Sebaliknya, hanya dolar Taiwan dan yuan offshore melemah terbatas. 

Pergerakan rupiah dan mata uang Asia. (Bloomberg)

Dari domestik, sentimen bullish terbatas mewarnai pasar surat utang dan menopang pergerakan rupiah hari ini, dengan terpangkasnya tenor pendek dan menengah cukup dalam. 

Yield tenor 5 tahun menyusut paling banyak 9,7 basis poin (bps) ke 7%, disusul tenor 1 dan 2 tahun yang turun 7,4 bps dan 7,3 bps masing-masing ke 6,9% dan 6,75%. Sementara tenor 10 tahun terkerek naik 9,6 bps ke 7,14%, dan tenor 11 tahun naik 11,5 bps 7,18%.