Logo Bloomberg Technoz

RI Masih Surplus US$1,9 Miliar, Malaysia Mau Genjot Perdagangan

Ibnu Affan
03 September 2026 14:00

Ilustrasi ekspor impor. (Bloomberg)
Ilustrasi ekspor impor. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, JakartaMalaysia berupaya untuk menggenjot neraca perdagangan dengan Indonesia yang sepanjang tahun lalu masih mengalami defisit neraca perdagangan kedua negara yang mencapai sekitar US$1,93 miliar.

Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia (MITI) Datuk Seri Johari Abdul Ghani mengatakan total perdagangan kedua negara pada tahun lalu mencapai sekitar US$28 miliar. 

Dari nilai tersebut, Malaysia mengimpor produk dari Indonesia sebesar US$15,7 miliar. Sementara, ekspor Negeri Jiran ke Indonesia tercatat baru sekitar US$12,8 miliar.

“Kita perlu melakukan lebih banyak lagi agar kita dapat mengurangi ketimpangan tersebut,” kata Johari dalam pertemuan bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Meski demikian, Johari mengatakan defisit neraca dagang tersebut tidak serta-merta membuat hubungan perdagangan bilateral kedua negara tidak seimbang. Itu lantaran sepanjang Januari-Juli 2026 ini, neraca dagang kedua negara berbalik arah dengan Indonesia yang kini justru defisit sekitar US$303,1 juta.

Merespons hal itu, kedua bersepakat untuk mendorong dan perluasan akses pasar dan fasilitas perdagangan untuk berbagai produk seperti pertanian dan pangan hingga investasi.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari Joint Trade and Invesment Commite (JITC), sebuah forum bilateral kedua negara yang mewadahi pembahasan isu, tantangan, hingga peluang bersama dalam perdagangan.

Salah satu komitmen kesepatakan tersebut adalah memastikan implementasi Perjanjian Perdagangan Perbatasan (Border Trade Agreement) yang telah efektif per Juli 2026 berjalan efektif, khususnya di kawasan perbatasan Entikong-Tebedu.

"Kerja sama investasi antara kedua negara merupakan hal yang penting. Kami sekarang mulai melihat kerja sama ini secara lebih dekat. Kami ingin memastikan bahwa kami dapat bekerja sama dengan Indonesia secara erat," kata Johari.