Logo Bloomberg Technoz

Bioetanol E20 Ditarget 2028, ESDM Resmi Rilis Persiapan Teknisnya

Sabrina Mulia Rhamadanty
03 September 2026 15:00

Ilustrasi Bioetanol (Envato)
Ilustrasi Bioetanol (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi merilis persiapan teknis penerapan mandatori bensin dengan campuran bioetanol 20% alias E20. Program komoditas energi terbarukan ini ditargetkan mulai berjalan penuh pada 2028.

"Kita ingin bersama-sama menyukseskan program, dan hari ini kita resmi kick-off persiapan teknis E20," ungkap Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam agenda IndoEBTKE Conex 2026 di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Eniya menjelaskan persiapan E20 menjadi fokus khusus pemerintah sejalan dengan kebijakan pemanfaatan bahan bakar nabati nasional. Langkah ini mencakup pengonsolidasian para investor dan pengembang untuk menjamin ketersediaan bahan baku (feedstock).


“Ini juga menjadi perhatian kita yang khusus, karena kemarin Presiden sudah meluncurkan B50, lalu arahan Pak Menteri juga mempersiapkan bioetanol. Sehingga, dari forum ini kita ingin mengonsolidasikan para investor, para pengembang untuk menyediakan feedstock,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa potensi bahan baku bioetanol tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Berbeda dengan bahan baku biodiesel yang berpusat di wilayah tertentu seperti Sumatra dan Kalimantan. 

Peluncuran persiapan teknis penerapan mandatori bensin dengan campuran bioetanol 20% alias E20, Kamis (3/9/2026). (Bloomberg Technoz/Sabrina)